Langsung ke konten utama

Postingan

Budaya & Alam Wisata Sitiung Memiliki Daya Jual

Jorong Pisang Rebus dan Jorong Padang Sidondang Nagari Sitiung Kecamatan Sitiung Kabupaten Dharmasraya menyelenggarakan pementasan Seni paguyupan yang didatangkan dari Timpeh Marga Makmur Kecamatan Timpeh. Acara paguyupan ini merupakan acara yang disengaja untuk pengalihan pandangan  pemuda dan pemudi agar tidak menyelenggarakan kegiatan tahun baru kearah maksiat yang lebih identik dengan hiburan bebas dan minuman Alkohol.  Bijaksana, satu kali sampan di dayung dua Tiga pulau terlampau. Pada kegiatan ini dua momen yang di ambil dari kegiatan ini yaitu pengalihan kesibukan pemuda menganonoi kegiatan Pentas Seni Budaya Paguyupan dari siang sampai malam dan sekali gus peresmian pembukaan Alam Wisata Air Terjun Pisang Rebus Nagari Sitiung Kecamatan Sitiung ini.  Pergerakan Kepala Jorong dalam merumuskan nilai2 seni Budaya Dan masyarakat sadar Wisata (MASAW) telah terlihat dalam kebersamaan di Nagari ini. Salahsatu Visi dan Misi Bupati Dharmasraya tentang budaya telah...

Terompet Tahun baru Masehi Budaya yahudi

Terompet itu budaya Yahudi. Namun itulah yang dilakukan oleh kaum muslimin di malam tahun baru, hanya mengekor budaya Yahudi. Tak percaya? Silakan renungkan hadits berikut ini. Dari Abu ‘Umair bin Anas dari bibinya yang termasuk shahabiyah Anshar, “Nabi memikirkan bagaimana cara mengumpulkan orang untuk shalat berjamaah. Ada beberapa orang yang memberikan usulan. Yang pertama mengatakan, ‘Kibarkanlah bendera ketika waktu shalat tiba. Jika orang-orang melihat ada bendera yang berkibar maka mereka akan saling memberi tahukan tibanya waktu shalat’. Namun Nabi tidak menyetujuinya. Orang kedua mengusulkan agar memakai terompet. Nabi pun tidak setuju, lantas beliau bersabda, ‘Membunyikan terompet adalah perilaku orang-orang Yahudi.’ Orang ketiga mengusulkan agar memakai lonceng. Nabi berkomentar, ‘Itu adalah perilaku Nasrani.’ Setelah kejadian tersebut, Abdullah bin Zaid bin Abdi Rabbihi pun pulang.” (HR. Abu Daud no. 498. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih) Dari hadi...

Kerja Bakti Jorong Sitiung Agung

Terbaginya Jorong Sitiung menjadi 4 (empat) Jorong yaitu Jorong Sitiung, Jorong Sitiung Koto, Jorong Sitiung Tongah dan Jorong Sitiung Agung. Nama Sitiung tetap di berada pada awal tambahan nama Jorong tersebut. Dengan terpecahnya nama Jorong Sitiung ini memacu program Kepala Jorong di masing-masing wilayah kerja nya. Dalam tahap awal, Kepala Jorong memeta wilayah kerja serta perbatasan yang telah ditetapkan oleh Pemerintahan Nagari Sitiung. Dalam pemetaan ini jelas terhitung populasi penduduk yang terhitung dengan baik, karena Konsentrasi lebih terarah dengan adanya tatanan yang terkandung dalam Peta atau Sketsa Jorong masing-masing.  Disamping itu kegiatan yang dilakukan Kepala Jorong adalah Musyawarah bersama dengan Masyarakat umum beserta Tokoh Adat dan Tokoh Masyarakat lainnya. Pada masing-masing Jorong melaksanakan kegiatan tersebut guna mensosialisasikan kinerja Kepala Jorong kedepannya. Kepala Jorong Nagari Sitiung mengajak masyarakat Gotong Royong pada tiap-tiap Jor...

Raja Pagaruyung Vs Sultan Siry

... . "Raja Pagaruyung, Sultan Siry Pada Moeda mengirim surat kepada Thomas Diaz yang dibawa oleh 9 orang. Dalam surat itu, Sultan me ngundang Thomas Diaz guna berkunjung ke Pagaruyung tempat dimana Sultan tinggal. Thomas Diaz lalu berangkat ke Pagaruyung dengan 37 orang yang mendampinginya. Thomas Diaz tidak melalui perjalanan dengan jalan yang sudah lazim dipergunakan. Tetapi melalui hutan dimana perampok dan binatang buas tidak akan berani menyerang. Mengingat rombongannya yang cukup besar. Singkat cerita, Thomas Diaz ketika sampai di Aertiris lalu hari berikut nya tiba di Belimbij (Sibelimbing).  Dari Patapahan ke arah Selatan ada sebuah jalan menuju Aertiris. Sedangkan Belimbij terletak diperbatasan dengan kota2 V ada jalan dari Aertiris ini menuju Belimbij. Dari Belimbij mereka me lanjutkan perjalanan ke Kota Ridan. Pada malam hari tiba di Cota Padan. Lalu rombongannya berenang di sebuah Sungai tak bernama dan tiba di Cota Pacu. Kota Padan dan Pacu terletak di Kerajaa...

Wisata Air Terjun Sitiung Dibersihkan

Sebagai wujud peduli lingkungan Pemuda dan Masyarakat Jorong Pisang Rebus dan Jorong Padang Sidondang Nagari Sitiung Kecamatan Sitiung Kabupaten Dharmasraya membersihkan lokasi Wisata Air Terjun. Dalam rangka pembersihan lokasi Wisata Air Terjun masyarakat terlihat antusias untuk menjaga dan melestarikan Wisata Air Terjun tersebut.  Kepala Jorong Pisang Rebus dan Padang Sidondang langsung terjun kelapangan hingga Kepala Jorong masuk ke dalam air membersihkan akar belukar dan puing-puing didalam air. Hmmmm.... Semangat, semangat dalam kebersamaan.  Proses terus dilakukan baik pembersihan lingkungan dan perencanaan pengembangan jalur atau jalan kearah lokasi Wisata Nagari Sitiung tersebut. Sangat diharapkan perhatian dari pemerintahan Nagari dan Daerah untuk mengembangkan Wisata tersebut. Dengan adanya pengembangan maka penampungan pengunjung akan terpenuhi dengan baik.  Mari kita manfaatkan lokasi Wisata Air Terjun Sitiung ini, dan mari kita jaga keaman...

Sitiung Pacu Biduok Badunsanak Dalam Rangka Memperingati HUT Kab. Dharmasraya ke-14

Salam Olahraga... Pacu Biduok Badunsanak tahun 2017 yang diselenggarakan oleh Pemuda Kampuang Sitiung di Saluran Irigasi depan Kantor Camat Sitiung Kabupaten Dharmasraya. Acara ini di buka langsung Wali Nagari Sitiung Kecamatan Sitiung Kabupaten Dharmasraya. Jadwal yang telah di tetap kan panitia Selama 3 (tiga) hari yaitu Jum'at 29- 31Minggu di Saluran Irigasi depan Kantor Camat Sitiung Jorong Sitiung Nagari Sitiung Kecamatan Sitiung Kabupaten Dharmasraya. Dalam Rangka memperingati HUT Kabupaten Dharmasraya Ke-14 Pemuda Kampuang Sitiung berinisiatif untuk ikut serta dalam penyelenggaraan kegiatan Pacu biduok di Nagari Sitiung Kecamatan Sitiung Kabupaten Dharmasraya. Sebagai bentuk peduli terhadap Kabupaten Dharmasraya Pemuda Kampuang Sitiung menyelenggarakan acara tersebut. Pacu Biduok Badunsanak ini di buka untuk umum, dari manapun bisa ikut berpartisipasi dalam kegiatan ini, dengan cara mengantarkan Club nya dengan Insert Rp. 50.000 dengan jumlah peserta 5 (lima) Orang. ...

Asal Suku Penghulu di Jambi Dari Sitiung Minangkabau Sumatera Barat

Asal Suku Penghulu di Jambi Dari Sitiung Minangkabau Suku penghulu merupakan salah satu suku yang ada di Provinsi Jambi. Mereka merupakan salah satu kelompok etnik yang digolongkan sebagai “penduduk asli” yang mendiami wilayah Propinsi Jambi. Kelompok ini kononnya berasal dari Sitiung Minangkabau Sumatera Barat yang datang ke wilayah Jambi sekitar abad ke-15 yang kedatangannya sebagai pencari emas di hulu sungai Batanghari. Masyarakat ini berdiam di sekitar wilayah Jambi seperti Sungai Batang Asai, Pangkalan Jambu, Limun Tinting, Nibung, Ulu Tabir dan banyak berdiam di Kecamatan Sarolangun. Sesuai dengan asal usulnya bahasa yang mereka gunakan adalah bahasa Sitiung Minangkabau dan Melayu Jambi. Apakah Suku Penghulu di Hulu Jambi juga mempunyai nama suku seperti di wilayah Sumatera Barat?