Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label Sejarah

Oguong Simandorang Raja Sitiung

Regalia peninggalan pusaka yang tidak ternilai harganya ternyata memiliki artikulasi yg dalam serta kegunaan pada Tempat yang tertentu yang digunakan oleh keluarga bangsawan Sitiung. Nah, ini lebih menarik sekali bagi kita untuk mengenali satu persatu dari pusaka tersebut. Satu hal yang perlu kita ketahui bahwa ini bukan pernyataan dari individu atau kelompok namun sesuai dengan pernyataan disiplin ilmu para Sejarahwan Nusantara. Begitu banyak benda peninggalan di Rumah Gadang ini, kita juga sulit untuk mengingat nama dan sistem pamakaiannya. Satu persatu kita akan kupas sedikit dari sebatas kemampuan pengetahuan kita yg di copy dari Sejarahwan yg hadir langsung di Rumah Gadang Bawuoh kemaren. Disini ada hal yg menarik yaitu "oguong", ternyata Oguong ini memiliki jantan dan padusi serta memiliki nama. Oguong ini merupakan kebesaran dari keluarga bangsawan Sitiung. Adapun nama Oguong dibawah ini adalah "Oguong Simandorang".

Jembatan Hati

Sebagai anak Nagari yg mampu mari kita saling mendukung untuk segala kegiatan yg positif serta mewujudkan nawaytu pemerintahan daerah kabupaten Dharmasraya agar terwujudnya Visi & Misi yg sesuai dengan keadaan hari ini. Harapan kita bersama masyarakat adanya keseimbangan dalam hidup, baik dipandang dari segi ekonomi, sosial budaya, hingga terwujud kemakmuran serta ketentraman dalam keadaan aman dan damai. Agama jelas di nomor satukan karena beranjak dari situlah kita bisa menuai apa yg kita cita-citakan sebagai pejuang hari ini. Tidak akan ada kesia-siaan dalam hidup sepanjang apa yg kita lakukan tidak menyalahi aturan Aqidah kita. Sebagai daerah nan bersejarah kita harus menjaga kelestarian sejarah tersebut hingga tidak ada sebuah perubahan dalam tatanan Tambo yg tertulis Tempo Doeloe. Daerah yg memiliki banyak sejarah jelas akan membawa dampak positif dari segala hal, jelasnya wisata yg tergambar pada alam Dharmasraya nan kita cintai ini. Pelestarian (pemugaran) adal...

Sri Trimurti Buana

Pabila Sang Nila Utama adalah Sri Tribuana yang merupakan putra Sang Nila Pahlawan gelar Sang Sapurba atau Sri Trimurti Buana berasal dari Kerajaan Dharmasraya ,yang menurut versi Singapura adalah Dato Lidah Berbulu atau Anak Tekak Berbulu , bagaimana kaitannya dengan Iskandar Zulkarnain ? Dato Lidah Berbulu/Dato Anak Tekak Berbulu apakah identik dengan Datuk Kerongkong Berbulu versi Kisah Rakyat Tebo dan Jambi yang bersemayam di Bukit Seguntang Sumay? Foto : Makam Datuk Kerongkong Berbulu di Bukit Seguntang Sumay, Wilayah Hulu Tebo. Sumber ; Sakti Alam Watir Via Dicky 

Malayu dalam Bahasa

Kata Malayu, Moloyu atau Melayo dalam Rumpun Bahasa Austronesia artinya Layar atau berlayar atau Orang yang Berlayar. Mengikut Slamet Mulyana :1954 Nama Malayu atau Melayu dikutip dari kata yang sama dari bahasa Sansekerta yang berarti Bukit. Kata tersebut berkembang di dua tempat yang berbeda . Diseberang Utara selat Malaka kata tersebut mempertahankan kata aseli nya yakni Malaya. Disebelah Selatan mengalami perubahan bunyi menjadi Malayu dan Melayu. Di daerah Orrisa masih ada sebuah gunung yang bernama Malayagiri. Dan dekat ujung Comorin ada juga Gunung Malayam. Bentuk tersebut jelas turunan dari bentuk suku kata Malaya. Dalam bahasa Tamil ,kata Malaya menjadi Malai artinya Bukit (Slamet Muljana: 1954) Dalam kesusasteraan Jawa Kuno, nama Malaya di Semenanjung,belumlah dikenal. Yang disebut dalam Kitab Negarakertagama 1365 adalah Tumasik, Pahang dan atau Trengganu. Justru penyebutan lebih dahulu Malayu diikuti Jambi, Palembang dan seterusnya. Malayu sebagai Nama Kerajaan di Sumate...

Sejarah, Bukan Masalah...!

Banyak cerita dari pandangan yg berbeda, ada fakta yg berbentuk Benda seiring Kisah dan cerita dalam perjalanan sejarah. Hal yg tak boleh adalah larut dalam perdebatan yg tak bertepi. Haruskah ada permusuhan antar saudara, ego tidak akan berikan kesempatan pada kita untuk mengarah pada jalan damai.  Layaknya kata orang-orang tua kita, "Idak ado Kusuik nan dak kan Salasai, indak ado kowuoh nan dak kan Joniah", setiap permasalahan dan perbedaan ujung dan kesudahan kesepakatan yg berazaskan mufakat.  Masih dalam kewajaran diantata banyak warna yg kita lihat. Ya... Kita berharap semua warna mampu memberikan alasan dan bukti faktual dalam mengungkap sebuah sejarah bukan sekedar bualan belaka. Diantara banyak warna pasti ada yg lebih menonjol, namun disini tidak akan menutup mata pada cerita yg lainnya "Bukti". Separoh perjalanan menapak perjalanan para terdahulu, terlaksana layaknya pencarian data bukan mencari masalah. Banyak keuntungan yg akan tercipta setela...

Selamat Datang RI 1 di Bumi Emas Sitiung Malayupura

Bapak Presiden yang kami mulyakan, kami sadar bahwa sejak jaman Orde Lama, Orde Baru dan Era Reformasi  Pemerintah Pusat senantiasa memberikan perhatian lebih dalam berbagai bidang Pembangunan Fisik dan Mental sebagai wujud Sinergitas hubungan Pusat dan Daerah dimana kami sejak dahulu kala telah membuktikan sebagai masyarakat yang terbuka dan toleran. Ribuan Hektar hutan kami persembahkan bagi Saudara sebangsa dari berbagai kawasan Tanah Air untuk hidup damai dan berdampingan dengan kami. Dan Alhamdulillah hingga saat ini kami tidak sekalipun menorehkan Sejarah kelam peradaban kemanusiaan yang Intoleran. Bapak Presiden yang kami mulyakan, jauh sebelum Negara tercinta ini dilahirkan, jauh sebelum Belanda memporak-porandakan tatanan kehidupan sosial kami dan memutar-balikkan paradigma berfikir kami yang beradab.Kami adalah masyarakat yang Heterogen dan Toleran, kami adalah Bangsa yang besar dan memiliki peradaban yang Luhur. Bangsa yang bahu.-membahu dan bekerja sama dengan Bangs...

Prosesi Adat Malayupura Sitiung dan Pagaruyung

Hal yang membedakan pemilihan Raja dalam tradisi Kerajaan Kerajaan-kerajaan Melayu lainnya adalah Bahwa Raja tidak hanya dipilih atas garis keturunan anak jantan turun jantan, namun ditunjuk sesuai dengan keinginan Raja yang berkuasa dan musyawarah dengan keluarga besar Kerajaan serta syarat-syarat yang sudah ditentukan. Apakah budaya ini diwarisi dari Kerajaan pendahulu nya baik Kerajaan Sribuddha, Swarnabhumi, dan Dharmasraya / Malayupura ? Dari tulisan diatas kita perhatikan ada terlihat kesamaan dan perbedaan pamakaian Adat dan kebiasaan dalam Penetapan dan Penegasan penunjukan Raja antara Jambi, Dharmasraya dan Pagaruyung. Fenomenal ini merupakan kejadiaan dan peristiwa yg disesuaikan dengan adat dan pamakaian kaum setempat yang telah dimaklumati Raja yang berkuasa.  Dharmasraya, Sitiung maupun Malayupura merupakan suatu tatanan Adat Lamo Pusako Usang yang turun temurun diwarisi oleh Anak cucu Keponakan terlebih yang mewarisi hal tersebut adalah keluarga Raja Siti...

Peradaban Sejarah Sitiung

Selepas wafatnya Sutan Ghotan, maka berakhir lah trah Bagindo Rajo Hitam di Sitiung. Masa itu diperkirakan pada tahun 1881 M berdasarkan hitungan catatan Belanda bertanggal 1905 M. Selepas tahun 1881 M ini tampuk kekuasaan dipegang oleh Urang 4 Tali (saya belum berani menulis Urang 4 Tali generasi pertama, masih sensitif, hehehe, :D / apakah Urang 4 Tali sudah eksis sebelumnya? Sayang belum ada catatan mengenai hal itu) dengan sandi kerajaan bernama Rajo Tumangguang. Mari kita berkenalan dengan Rajo Tumangguang yg sekarang berangka 5: Rajo Tumangguang 1 bernama Sutan Alamsyah Ismail. Diperkirakan berkuasa pada tahun 1882-1916 M. Berdasarkan informasi dari keluarga besar Raja Tumangguang, beliau wafat usia 137 Tahun. Kalau dihitung-hitung berarti beliau lahir 1779 M dan mulai menjabat menjadi Rajo Tumangguang usia 113 Tahun. Tua juga yaa, hmmm (kabarnya pula beliau adalah orang Timur-Tengah).. Rajo Tumangguang 2 bernama Sutan Abdur Rauf. Diperkirakan berkuasa pada tahun 1916...

Raja Tumangguang, Dt. Marajo Beserta Keluarga Berduka

Innalilahi Wainna Illaihi Rojiun... Telah Berpulang Kerahmatullah Sultan Haji Muhammad Taufiq Thaib, SH Tuanku Mudo Mahkota Alam yg merupakan Pucuk Pimpinan Alam Minangkabau.  Kami Keluarga Besar Lintasan Berita Sitiung ikut berbelasungkawa atas kepergian Beliau. Semoga Amalan Ibadanya diterima Allah SWT, Amin Allahumma Amin...  Malang Sakijok Mato Mujuah Sapanjang Hari, Toluok Labuhan Kapa, Bukik Tumpuan Kabuik telah tepat janji untuk kembali kehadapan sang Illahi. Harapan kami bersama dan yang tinggal tabah dalam menghadapi semua ini. Sakato Kaum terus terwujud diranah alam Minangkabau ini.  Ikut juga dari Keluarga Besar Raja Tumangguang dan Dt. Marajo Sitiung Berbelasungkawa atas kepergiaanya. Dua keluarga yang akrab dan memiliki Ikatan keluarga yang masih dipegang teguh satu sama lain. Tutur Dt. Marajo "semoga Khosnul Khotimah". Dalam Pemakaman Sultan Haji Muhammad Taufiq Thaib, SH Tuanku Mudo Mahkota Alam kemaren tgl 02 Februari 2018 di Pondam Raja Kerajaa...

Sejarah Singkat Kampung Sitiung (Setelah 6 Bulan Saya Mencoba Mengorek-ngorek Berbagai Sumber dan Berita)

Sitiung Periode Awal Sitiung adalah kampung tua. Itu sebuah fakta yang tak bisa dipungkiri. Jika ketuaannya tak diketahui khalayak banyak, maka itu karena minimnya kesadaran masyarakat Sitiung sendiri dalam mengkaji sejarahnya sendiri. Nama Sitiung dalam logat lokal dieja Satiwuang yang terdiri 2 kata, yaitu Sati yang berarti ‘sakti’ dan Gawuang yang berarti lobang. Nama ini merujuk pada sebuah lobang atau terowongan alam bawah tanah (atau bisa juga disebut goa) yang menghubungkan dua tempat yang berada di Sitiung tersebut. Dua tempat tersebut tersebut adalah Toluak yang berada di aliran sungai Batanghari dan Mombiak di sebuah area lahan gambut. Jarak antara keduanya kurang lebih sekitar 1 Kilometer. Lobang ini sendiri bagi masyarakat Sitiung memang tergolong istimewa dan hanya orang-orang yang berilmu tinggi dan sakti yang bisa memasukinya. Itu kenapa asal-muasal nama Sitiung dikaitkan kepada lobang ini. Sebuah lobang sakti. Sitiung tak lepas dari peradaban sungai Ba...

Diduga Corak Pahat Ukiran Istana GODAM LAMO Tuanku Rajo Hitam Sitiung Nagari Sitiung Kecamatan Sitiung Dharmasraya

Corak pahat ukiran yang tergambar pada Kayu ini ditemukan Dilingkungan Tapak Istana GODAM LAMO Tuanku Rajo Hitam. Kayu yg memiliki pahat ukiran ini terletak di samping rumah keluarga Istana GODAM LAMO ini. Pentingnya penyisiran secara intensif pada lokasi Tapak Istana GODAM LAMO ini. Dalam analisis Tim banyak lagi yang tersimpan Dilingkungan ini.  Tahapan hari ini hanya mengumpulkan data baik data fisik maupun audiens. Secara umum pengumpulan Data ini akan dikelompokan sesuai dengan latar belakang masing-masing sejarah. Sebagai bahan penguat pamanahan juga berkontribusi untuk memberikan nilai pada sebuah sejarah Kerajaan Sitiung ini.  Data yang akan terhimpun, pamanahan, tempat, Makam, audiens, tambo dan lain sebagainya akan di nilai secara keilmuan.  Motif ukiran pahat ini belum dapat diartikan oleh Tim untuk sementara ini. Semoga saja ini menjadi referensi atau petunjuk untuk langkah - langkah berikutnya. 

Kaduik dan Pakaian Adat di Masa Abad yg Lampau

Uncang Plurut , atribut yang digunakan pada perlengkapan pakaian anak daro dan marapulai pada prosesi pernikahan di wilayah alam adat Minangkabau. Hulu Jambi juga mengenakan Uncang Plurut sebagai aksesoris pengantin wanita dan lelaki nya. Dengan diikatkan seperti mengenakan ikat pinggang atau digenggam. Foto ini adalah seorang pengantin wanita atau anak daro dari Sitiung Sumatera Barat dimasa Hindia Belanda. Dimasa kini, Uncang Plurut tidak kelihatan lagi digunakan sebagai atribut pakaian pengantin. Ada makna yang tersirat dari Uncang Plurut. Kemungkinan makna tersebut adalah hak dan kewajiban pasangan dalam menjalani biduk Rumah tangga. Apakah ada yang faham makna apa yang disampaikan pada tiap-tiap item benda yang ada pada Uncang Plurut ? Sumber foto : berbagai sumber dan koleksi Uncang Plurut Abhil Shola.  Bersambung...

Paga Uyuang (Pagaruyuang)

Pasal ini sila-sila dari sebelah Pegaruyung / Turunan Sebelah Perempuan Adalah Raja Berama itu raja sebelah Minangkabau tempat kerajaan nama Pagar uyung dapat anak tiga orang perempuan semuanya . Yang tua bernama Tuan Puteri Selara Pinang Masak yang turun ke Jambi menjadi raja di tanah Jambi yang bernegeri di Tanjung Jabung. nikah dengan Datuk Panduko Berhalo anak raja dari Turki, menjadi rajo dua laki isteri itu di tanah Jambi, dapat anak empat orang . Yang tua bernama Orang Kayo Pingai, dan yang mudo (kedua) bernama Orang Kayo Kedataran , yang mudo (tiga) Orang Orang Kayo Hitam , yang mudo (keempat) bernama Orang Kayo Gemuk perempuan. Dan anak Raja Berama yang tengah bernama Putri Panjang Rambut , dan lakinya sama Raja Pagaruyung; maka dapat anak empat orang: yang tua bernama Sunan Muro Pijon. yang muda (kedua) bernama Sunan Kembang Sari, yang muda (ketiga) bernama Sunan Pulau Johor. dan yang muda sekali (keempat) perempuan ialah jadi istri Orang Kayo Hitam dan ialah Raja yang t...

Sitiung Peradaban Awal

Sitiung Periode Awal Sitiung adalah kampung tua. Itu sebuah fakta yang tak bisa dipungkiri. Jika ketuaannya tak diketahui khalayak banyak, maka itu karena minimnya kesadaran masyarakat Sitiung sendiri dalam mengkaji sejarahnya sendiri. Nama Sitiung dalam logat lokal dieja Satiwuang yang terdiri 2 kata, yaitu Sati yang berarti ‘sakti’ dan Gawuang yang berarti lobang. Nama ini merujuk pada sebuah lobang atau terowongan alam bawah tanah (atau bisa juga disebut goa) yang menghubungkan dua tempat yang berada di Sitiung tersebut. Dua tempat tersebut tersebut adalah Toluak yang berada di aliran sungai Batanghari dan Mombiak di sebuah area lahan gambut. Jarak antara keduanya kurang lebih sekitar 1 Kilometer. Lobang ini sendiri bagi masyarakat Sitiung memang tergolong istimewa dan hanya orang-orang yang berilmu tinggi dan sakti yang bisa memasukinya. Itu kenapa asal-muasal nama Sitiung dikaitkan kepada lobang ini. Sebuah lobang sakti.   Sitiung tak lepas dari peradaban sungai B...

Pandangan Artikulasi Sejarah

MELAWAN LUPA  Kata sejarah berasal dari bahasa Arab yaitu Syajaratun yang artinya pohon. Menurut bahasa Arab, sejarah sama artinya dengan sebuah pohon yang terus berkembang dari tingkat yang sederhana ke tingkat yang lebih kompleks atau ke tingkat yang lebih maju dan maka dari itu sejarah di umpamakan menyerupai perkembangan sebuah pohon yang terus berkembang dari akar sampai ranting yang paling kecil yang kemudian bisa diartikan silsilah. Syajarah dalam arti silsilah berkaitan dengan babad, tarikh, mitos dan legenda. Dalam bahasa Inggris kata sejarah (history) berarti masa lampau umat manusia, dalam bahasa Jerman kata sejarah (geschichte) berarti sesuatu yang telah terjadi, sedangkan dalam bahasa Latin dan Yunani kata sejarah (histor atau istor) berarti orang pandai. Sejalan dengan perkembangan ilmu pengetahuan, pengertian sejarah pun mengalami perkembangan. Menurut Dr. Kuntowijoyo sejarah dapat diartikan dua macam: A. SEJARAH DALAM ARTI NEGATIF 1. Sejarah itu bukan mitos ...

Peninggalan Bangunan Kerajaan di Tepi Sungai Batanghari

Beberapa Temuan Bangunan Bangunan Kerajaan serta Candi yang berada dibawah tanah atau tertimbun. Setiap Bangunan yang ditemukan pasti tertimbun, karena sudah lama dimakan usia.  Kita perhatikan di Pinggir Sungai Batanghari, disana tersimpan banyak cerita masa lampau. Sepanjang Sungai Batanghari mulai dari Hulu hingga Ke Muaro Barhala. Bukan sekedar tersisip namun Daerah Pinggir Sungai Batanghari adalah satu target bagi penguasa terdahulu untuk membangun Kerajaan dan pengembangan peradaban, aturan dan lain sebagainya.  Pada Tahun 1003 Masehi utusan sanfoshi melaporkan bahwa Raja mereka telah membangun sebuah kuil Budha untuk beribadah bagi kaisar China. Pada Tahun 1017 masehi, raja Sanfosi mengirimkan upeti (?)  termasuk surat emas yang ditulis dalam huruf China dan surat dalam buku daun lontar dalam huruf Sansakerta (Groeneveldt 1960:62-65). Pada masa itu, pendeta budha, Fa-yu bertemu dengan pendeta india di Sanfosi.  Dinasti Song menyebut raja Sanfosi de...

Mesjid Tertua di Pinggir Sungai Batanghari

Dari pinggir Sungai Batanghari tersimpan sebuah bangunan Tua yaitu Tempat Peribadatan Ummat Muslim yaitu Masjid Tua nan Bersejarah. Banyak yang tahu dan kenal dengan masjid ini, Sayang nya yang tahu lebih banyak dari Provinsi Tetangga dan Negara Tetangga. Tidak ada Yang bisa memberikan keterangan yang pasti umur dari masjid Tua yang berada di Cati Nan Tigo ini. Yang jelas masjid ini awalnya tidak bangunan beton tapi Kayu yang ber lantai kan panggung. Sangat menarik dan unik Bangunan Masjid Jami Tua Sitiung ini, ukiran yang di arsipkan BPCB ukiran ini di pasang setelah pemugaran ke sekian kalinya. Setelah di bawa ke Labor ukiran ini ternyata ukiran Zaman peradaban Turki Usmani. Jauh Sebelum ukiran di pasang Masjid Jami Tua ini sudah ada dalam bentuk bangunan Kayu. Strategis bangunan ini terlihat dari jarak bangunan Mesjid Tua dengan Sungai Batanghari, masjid ini juga menampung para musafir yang lalu lalang di Sungai Batanghari. Menurut sejarah yang di dapatkan dari masyarakat Masjid...

Sitiung Rajo Ulayat (Rajo Alam)

Sitiung terbilang kampuang lamo di daerah Rantau Batanghari, dari sejarah juga di akui bahwa Sitiung memiliki peradaban pada masa Malayupura. Tidak heran, bila Sitiung adalah suatu kampung Tua dimana perlintasan manusia ketika itu menggunakan transportasi air. Selat Malaka merupakan Gerbang masuk ke daerah pedalaman Batanghari tersebut. Beberapa alasan Mengapa orang-orang berpengaruh terdahulu ingin membangun peradaban di pedalaman Batanghari ini? Alasan nya sangat jelas sekali, disebabkan untuk menjaga ke amanan jauh lebih mudah di bandingkan membangun peradaban di daerah pesisir yang mudah di serang oleh Kerajaan dunia lain nya yang lalu lakang di sepanjang pesisir selat malaka. Nama Sitiung terus ada dan selalu ada dalam Era apapun. Sosok nama yang unik memberikan kesan Sejarah yang begitu panjang dan berharga. Banyak peninggalan bersejarah yang masih terjaga hingga hari ini, di antara nya Candi Oco, Kolam Pamandian bukak Tutuik Rajo, Kancah tajoghang, Batu Mayik, Awang Tinggau ...

Siapa Sosok Gaja Mada?

Asik juga diskusi bersama ilmuwan Sejarahwan Nusantara. Polemik tetap hadir melengkapi legalitas diskusi, apalagi berbicara tentang asal mausul. Pokok e enak Tenan... Bebas tapi beretika, seakan kita melihat mimik wajah-wajah pembicara dalam diskusi ini. Beberapa Seminar dan pertemuan para ahli Sejarah telah berlangsung, dengan harapan pemerintahan Kabupaten Dharmasraya bisa memperhatikan perkembangan Sejarah Nusantara, apalagi tahun 2017 - 2021 masih dalam tahapan Pelurusan Sejarah minang Kabau. Berdasarkan daerah nan bersejarah patut sekiranya kita ikut dalam kegiatan tersebut, bukan menjadi saksi penelitiaan sejarah. Gaja Mada, juga pernah di selenggarakan oleh Universitas Gajah Mada sendiri, namun masih belum mendapatkan hasil yang puas tentang asal usul dari sosok Gaja Mada tersebut. Salahsatu di antara nya Minangkabau merupakan Referensi secara bahasa dari nama Gaja Mada. Gaja adalah nama dari Minangkabau, kalau Gajah itu dari seberang, Mada adalah bahasa Minangkaba...

Raja Sitiung

Peradaban Sejarah Sitiung terus di gali oleh Gerakan Sitiung Bangkit. Terlihat kelam beberapa tahun yang lampau bahwa sejarah Sitiung seakan tertimbun oleh kepentingan kelompok dan individu.  Mendapat perhatian hingga terpanggil rasa tanggung jawab Sebagai anak Nagari untuk mengumpulkan data yang tersirat maupun tersurat. Versi jelas terkuak dari pendapat masing2 kelompok atau individu, namun di sisi lain Sitiung bisa sepakat dan sakato untuk menegakan sebuah kebenaran bahwa peradaban sejarah Sitiung ada, hingga pada hari ini keturunan Raja Sitiung masih ada dan memiliki sebuah pegangan atau bukti yang telah di uji ke Pustaka Internasional anable analog London yaitu berupa stempel atau Tjap Mohor yang di pegang oleh pewaris dari silsilah Kerajaan Sitiung.  Tidak mudah untuk menyatukan persepsi di dalam Kampuang Sitiung karena masing2 Kelompok memiliki Referensi tersendiri. Tidak Lepas dari Pitatah Minang "Kondu Badontiang-dontiang, kok Togiang Bajelo-jelo". Kata mufaka...