Langsung ke konten utama

Postingan

TKSK Dilarang Keras Melakukan Fungsi Teknis RASTRA/RASKIN

Padang, (Antara) - Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) yang dilibatkan dalam program subsidi beras untuk masyarakat berpenghasilan rendah (raskin) dilarang melakukan fungsi teknis seperti mendistribusikan beras. "TKSK dilarang keras melakukan fungsi teknis, fungsinya hanya memantau dan melaporkan temuan di lapangan," kata Direktur Kepahlawanan, Keperintisan dan Kesejahteraan Sosial Kementerian Sosial Andi Hanindito di Padang, Jumat. Disela-sela sosialisasi peran TKSK dalam program raskin yang berlangsung di Padang dan diikuti sekitar 300 orang termasuk dari Provinsi Jambi, Andi mengatakan, hasil laporan TKSK yang akan menjadi bahan evaluasi. "Jadi TKSK tidak boleh intervensi, hanya memantau saja karena keputusan ada di pusat. Kalau TKSK intervensi bisa jadi masalah lagi jadi lakukan fungsinya sebagai pemantau," kata Andi. Ia mengatakan awalnya raskin bukan tanggung jawab Kemensos, tapi permasalahannya akibat dari distribusi itu berujung ke dinas sosial den...

Sejarah Singkat Kampung Sitiung (Setelah 6 Bulan Saya Mencoba Mengorek-ngorek Berbagai Sumber dan Berita)

Sitiung Periode Awal Sitiung adalah kampung tua. Itu sebuah fakta yang tak bisa dipungkiri. Jika ketuaannya tak diketahui khalayak banyak, maka itu karena minimnya kesadaran masyarakat Sitiung sendiri dalam mengkaji sejarahnya sendiri. Nama Sitiung dalam logat lokal dieja Satiwuang yang terdiri 2 kata, yaitu Sati yang berarti ‘sakti’ dan Gawuang yang berarti lobang. Nama ini merujuk pada sebuah lobang atau terowongan alam bawah tanah (atau bisa juga disebut goa) yang menghubungkan dua tempat yang berada di Sitiung tersebut. Dua tempat tersebut tersebut adalah Toluak yang berada di aliran sungai Batanghari dan Mombiak di sebuah area lahan gambut. Jarak antara keduanya kurang lebih sekitar 1 Kilometer. Lobang ini sendiri bagi masyarakat Sitiung memang tergolong istimewa dan hanya orang-orang yang berilmu tinggi dan sakti yang bisa memasukinya. Itu kenapa asal-muasal nama Sitiung dikaitkan kepada lobang ini. Sebuah lobang sakti. Sitiung tak lepas dari peradaban sungai Ba...

Diduga Corak Pahat Ukiran Istana GODAM LAMO Tuanku Rajo Hitam Sitiung Nagari Sitiung Kecamatan Sitiung Dharmasraya

Corak pahat ukiran yang tergambar pada Kayu ini ditemukan Dilingkungan Tapak Istana GODAM LAMO Tuanku Rajo Hitam. Kayu yg memiliki pahat ukiran ini terletak di samping rumah keluarga Istana GODAM LAMO ini. Pentingnya penyisiran secara intensif pada lokasi Tapak Istana GODAM LAMO ini. Dalam analisis Tim banyak lagi yang tersimpan Dilingkungan ini.  Tahapan hari ini hanya mengumpulkan data baik data fisik maupun audiens. Secara umum pengumpulan Data ini akan dikelompokan sesuai dengan latar belakang masing-masing sejarah. Sebagai bahan penguat pamanahan juga berkontribusi untuk memberikan nilai pada sebuah sejarah Kerajaan Sitiung ini.  Data yang akan terhimpun, pamanahan, tempat, Makam, audiens, tambo dan lain sebagainya akan di nilai secara keilmuan.  Motif ukiran pahat ini belum dapat diartikan oleh Tim untuk sementara ini. Semoga saja ini menjadi referensi atau petunjuk untuk langkah - langkah berikutnya. 

Tapak Istana GODAM LAMO Tuanku Rajo Hitam (Rajo Alam) Sitiung Nagari Sitiung Kecamatan Sitiung Dharmasraya

Tapak Istana Kerajaan Sitiung yg merupakan Istana kedua dari Kerajaan Malayupura berada dipinggir Sungai Batanghari Sitiung Nagari Sitiung Kecamatan Sitiung Kabupaten Dharmasraya SUMBAR. Banyak hal tanda-tanda yg memberikan kita petunjuk untuk menelusuri Kerajaan Sitiung atau Malayupura. Satu persatu di kunjungi dan ditandai serta ditulis dan didocumentasikan dalam data Tim penelusuran dan penulisan sejarah Sitiung atau Malayupura.  Tepat, tempat Pinggir Sungai Batanghari Sitiung sebelah kanan dari Mesjid Tua Sitiung dan sekitarnya hingga diseberangnya terkumpul banyak peninggalan sejarah. Kali ini kami menjelaskan dalam tulisan ini satu tema yaitu Tapak Istana Kerajaan Sitiung atau Malayupura yang berada dipinggir Sungai Batanghari.  Sondi Istana Kerajaan Sitiung kami temukan, sebagian masih disimpan oleh penghuni rumah godang dan sebahagiaannya hilang tidak tahu kemana. Butuh tenaga ekstra untuk menjalankan pekerjaan ini, serta banyak waktu yang akan tersita. Dua So...

Budaya & Alam Wisata Sitiung Memiliki Daya Jual

Jorong Pisang Rebus dan Jorong Padang Sidondang Nagari Sitiung Kecamatan Sitiung Kabupaten Dharmasraya menyelenggarakan pementasan Seni paguyupan yang didatangkan dari Timpeh Marga Makmur Kecamatan Timpeh. Acara paguyupan ini merupakan acara yang disengaja untuk pengalihan pandangan  pemuda dan pemudi agar tidak menyelenggarakan kegiatan tahun baru kearah maksiat yang lebih identik dengan hiburan bebas dan minuman Alkohol.  Bijaksana, satu kali sampan di dayung dua Tiga pulau terlampau. Pada kegiatan ini dua momen yang di ambil dari kegiatan ini yaitu pengalihan kesibukan pemuda menganonoi kegiatan Pentas Seni Budaya Paguyupan dari siang sampai malam dan sekali gus peresmian pembukaan Alam Wisata Air Terjun Pisang Rebus Nagari Sitiung Kecamatan Sitiung ini.  Pergerakan Kepala Jorong dalam merumuskan nilai2 seni Budaya Dan masyarakat sadar Wisata (MASAW) telah terlihat dalam kebersamaan di Nagari ini. Salahsatu Visi dan Misi Bupati Dharmasraya tentang budaya telah...

Terompet Tahun baru Masehi Budaya yahudi

Terompet itu budaya Yahudi. Namun itulah yang dilakukan oleh kaum muslimin di malam tahun baru, hanya mengekor budaya Yahudi. Tak percaya? Silakan renungkan hadits berikut ini. Dari Abu ‘Umair bin Anas dari bibinya yang termasuk shahabiyah Anshar, “Nabi memikirkan bagaimana cara mengumpulkan orang untuk shalat berjamaah. Ada beberapa orang yang memberikan usulan. Yang pertama mengatakan, ‘Kibarkanlah bendera ketika waktu shalat tiba. Jika orang-orang melihat ada bendera yang berkibar maka mereka akan saling memberi tahukan tibanya waktu shalat’. Namun Nabi tidak menyetujuinya. Orang kedua mengusulkan agar memakai terompet. Nabi pun tidak setuju, lantas beliau bersabda, ‘Membunyikan terompet adalah perilaku orang-orang Yahudi.’ Orang ketiga mengusulkan agar memakai lonceng. Nabi berkomentar, ‘Itu adalah perilaku Nasrani.’ Setelah kejadian tersebut, Abdullah bin Zaid bin Abdi Rabbihi pun pulang.” (HR. Abu Daud no. 498. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih) Dari hadi...

Kerja Bakti Jorong Sitiung Agung

Terbaginya Jorong Sitiung menjadi 4 (empat) Jorong yaitu Jorong Sitiung, Jorong Sitiung Koto, Jorong Sitiung Tongah dan Jorong Sitiung Agung. Nama Sitiung tetap di berada pada awal tambahan nama Jorong tersebut. Dengan terpecahnya nama Jorong Sitiung ini memacu program Kepala Jorong di masing-masing wilayah kerja nya. Dalam tahap awal, Kepala Jorong memeta wilayah kerja serta perbatasan yang telah ditetapkan oleh Pemerintahan Nagari Sitiung. Dalam pemetaan ini jelas terhitung populasi penduduk yang terhitung dengan baik, karena Konsentrasi lebih terarah dengan adanya tatanan yang terkandung dalam Peta atau Sketsa Jorong masing-masing.  Disamping itu kegiatan yang dilakukan Kepala Jorong adalah Musyawarah bersama dengan Masyarakat umum beserta Tokoh Adat dan Tokoh Masyarakat lainnya. Pada masing-masing Jorong melaksanakan kegiatan tersebut guna mensosialisasikan kinerja Kepala Jorong kedepannya. Kepala Jorong Nagari Sitiung mengajak masyarakat Gotong Royong pada tiap-tiap Jor...